InfoBenua. Com -SAMARINDA– Assisten I Pemkot Samarinda Ridwan Tassa, sampaikan angka stunting di Samarinda turun di bawah rata-rata.
Tumbuh kembang seorang anak memang haruslah sangat di perhatikan. Tumbuh kembang tersebut, akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan seorang anak kedepannya.
Tumbuh kembang tersebut tentu harus di tunjang dari berbagai aspek, seperti makanan yang sehat, sirkulasi istirahat yang cukup, serta asupan vitamin atau gizi yang cukup. Dalam tumbuh kembang, seorang anak akan terus mengalami peningkatan yang lebih kedepannya, baik secara fisik maupun non fisik.
Namun, saat ini tumbuh kembang seorang anak hampir kebanyakan mengalami gangguan. Entah secara perkembangan fisik atau lainnya, yang di namakan stunting.
Di Samarinda, di sampaikan oleh Asisten I Pemkot Ridwan tasa, bahwa angka stunting di Kota berjuluk ‘tepian’ ini mengalami penurunan yang signifikan.
Saat ini, angka stunting di Kota Samarinda, yakni sebelas dari angka target yakni empat belas. Hal tersebut menjadi prestasi bagi Kota Samarinda. Pasalnya, angka stunting di Samarinda berada di bawah angka target nasional yaknii empat belas.
“Ada komitmen pemerintah untuk secara keseluruhan untuk menurunkan stunting dari angka 20 menjadi angka 14. Dari angka 14 ini, samarinda sudah di angka 11 lebih.
Jadi kita berada di bawah rata2 stunting di Indonesia,” Ucap Ridwan Tassa.
Dalam hal ini, secara regional(provinsi), Kaltim berada di posisi ke-12 dari 34 provinsi di Indonesia.
“Kalau untuk Kaltim, alhamdulillah kita di posisi ke-12,” lanjutnya.
Dengan angka yang berada di bawah target, Samarinda perlu lebih extra dalam memberantas stunting di Kota Samarinda. Ridwan memgatakan, langkah kedepan yang lebih kompleks akan di lakukan, guna meminimalisir lebih banyak stunting.
“Langkah kedepannya ya kita akan lakukan langkah tindakan intervensi,” jelasnya.
Menurutnya langkah intervensi yang di lakukan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari aspek manapun untung mengurangi angka stunting di Kota Samarinda.
“Intervensi itu di lakukan oleh instansi yg teknis, melalui meningkatkan kesejahteraan, kelayakan hidup, kesehatan,” kata Ridwan.
“Karena indikator penyebab utama adalah pendidikan, kesehatan.
Sehingga ketika pengetahuan orang tua rendah, atau keterbatasan ekonomi, si anak bisa tumbuh tidak sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Kesadaran serta pemahaman orang tua dalam tumbuh kembang seorang anak memang sangat berpengaruh, baik dari segi materill ataupun non materill. Dalam hal ini, pemberantasan stunting terus di lakukan. Dan terbesar, angka stunting di Kota Samarinda ada di Samarinda seberang.
“Dan yang paling besar ada di wilayah Samarinda sebrang. Maka kita fokus menurunkan angka stunting di Samarinda sebrang,” ungkapnya.
Pembinaan dan perawatan sangat di perlukan dalam menurunkan lagi angka stunting di Kota Samarinda. Dalam hal tersebut perlu juga untuk melakukan kolaborasi dan koordinasi dengan instansi lainnya, agar dapat berjalan dengan sesuai harapan.
“Tentu ini perlu kolaborasi dan koordinasi dengan instansi lainnya, dan yang jelas semua instansi pasti akan di libatkan,” ucapnya dengan tegas.
Terakhir, Ridwan mengatakan, akan melakukan rapat koordinasi(rakor) pada seluruh instansi teknis untuk dapat mempersiapkan intervensi.
“Kita akan adakan rakor untuk semua instansi tekhnis untuk dapat mempersiapkan intervensi pada sektor tertentu sesuai dengan tupoksinya,”
Sehingga anak-anak ini tidak ada lagi ada yang tumbuh secara tidak normal. Kita harapkan bisa mengurangi itu.” tutupnya.
Penulis:abi/zul.



















Users Today : 57
Total Users : 1268707
Views Today : 99
Total views : 6283298