Infobenua. Com, SAMARINDA – DPRD Kaltim Komisi II lakukan RDP dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kaltim, soal ketersediaan minyak goreng di Kaltim.
Berdasarkan data yang di berikan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kaltim, sebaran distribusi kuota minyak goreng pada tanggal 25 Februari 2022 lalu, dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, 7 kabupaten/kota mendapatkan jatah kuota yang dirasa mencukupi.
Dari masing-masing Kabupaten/Kota terhitung mendapatkan stok yang mencukupi untuk puluhan hati kedepan, yakni:
1. Kabupaten Berau, mendapat kuota 91.228 liter yang didistribusikan oleh 4 distributor/pedagang.
2. 2. Kabupaten Kutai Timur mendapat kuota 2.208 liter yang diberikan kepada 2 distributor/pedagang.
3. 3. Kota Bontang mendapat kuota 2.844 liter yang diberikan kepada 3 distributor/pedagang.
4. 4. Kabupaten Kutai Kartanegara mendapat kuota 52.071 liter yang diberikan kepada 49 distributor/pedagang.
5. 5. Kota Samarinda mendapat kuota 1.099.362 liter yang diberikan kepada 77 distributor/pedagang.
6. 6. Kota Balikpapan mendapat kuota 421.823 liter yang diberikan kepada 54 distributor/pedagang.
7. 7. Kabupaten Penajam Paser Utara mendapat kuota 760 liter yang diberikan kepada 2 distributor/pedagang.
Sementara itu, rantai distribusi minyak goreng di Kaltim, berasal dari Produsen dan Non anggota APRINDO, dengan rincian:
1. Dari Produsen minyak goreng didistribusikan ke distributor, swalayan dan pedagang besar.
2. Non anggota APRINDO, minyak goreng didistribusikan ke anggota APRINDO dan konsumen.
3. Distributor mendistribusikan minyak gorengnya kepada pedagang besar.
4. Pedagang besar mendistribusikan minyak goreng ke pedagang kecil dan pengecer.
Veridian Huraq Wang, Ketua Komisi II DPRD Kaltim mengatakan, jika saat ini Kaltim menduduki urutan nomor dua secara nasional soal Industri dan perdagangan. Hal tersebut mesti di pertahankan, guna memberikan rasa tenang pada masyarakat soal ketersediaan minyak goreng dan lainnya.
“Jadi tadi kita sudah rapat dengan Disperindagkon dan UMKM, kita minta program kerja yang akan di laksanakan dan sudah di laksanakan. Ternyata Kaltim cukup bagus untuk soal industri dan perdagangan. Kita juga sudah dapat banyak data dari kepala dinasnya dan nanti akan kita pelajari semuanya,” ucap Ketua komisi II DPRD Kaltim tersebut.

Terkait dengan ketersediaan minyak goreng, veridiana mengungkapkan, jika ketersediaan itu cukup untuk menunjang hingga bulan puasa nantinya.
“Soal minyak goreng kita bahas, yang jelas untuk persiapan menghadapi bulan puasa, itu cukup. Dan masyarakat sebenarnya tidak perlu cemas yang berlebihan,” lanjutnya.
Di sisi lain Kepala Dinas Disperindagkop dan UMKM, Yadi Robbyan Noor, mengatakan, jika ketersediaan minyak goreng cukup untuk menunjang hingga 53 hari kedepan.
“Jadi, dari data kami ini, jelas. Khusus minyak goreng tidak perlu khawatir. Tugas kami membantu pak Gubernur untuk menjaga stabilitas ketersediaan minyak goreng itu. Itu semua cukup 53 hari ke depan, mudah-mudahan aman,” kata Kepala Disperindagkop dan UMKM Provinsi Kaltim H Muhammad Robyan Noor, ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Selasa 1 Maret 2022.
Walaupun demikian, dia mengakui, stok minyak goreng hanya aman di pasar moderen, sedangkan di pasar masyarakat atau tradisional, akan selalu mengalami adaptasi karena peraturan yang berlaku.
“Memang di pasar moderen, supermarket pasti aman. Tapi kalau di pasar rakyat perlu adaptasi lagi, karena dinamika aturannya ada di Permendag (Peraturan Mentri Perdagangan) Nomor 3/2022 soal kebijakan satu harga dan Permendag Nomor 6/2022 tentang harga eceran tertinggi (HET),” jelasnya.
Selain itu, ketersediaan seperti kedelai juga di katakan oleh Robby, meningkatnya harga kedelai di pengaruhi oleh import dari Amerika Latin akibat turun hingga 50persen, serta peningkatan permintaan kedelai di China yang juga meningkat.
” Sebenarnya kedelai ini aman, yang penting ada stoknya. Kalo soal harga memang naik dari sana juga di negara importnya itu juga mengalami peningkatan dan ada juga yang turun hingga 50persen,” ucap Robby.
Begitupun dengan harga LPG, untuk harga LPG subsidi Robby memastikan tidak berubah, sementara untuk LPG 12Kg dan 5Kg memang mengalami kenaikan.
” Gak usah khawatir, karena grand produk itu di minta juga secara internasional, tapi untuk yang subsidi harganya tetap,” lanjutnya.
Untuk memberikan rasa ketenangan terhadap masyarakat, Kepala Disperingakop dan UMKM tersebut menegaskan, akan memberikan sanksi kepada oknum -oknum yang sengaja melakukan penimbunan minyak goreng.
“Sudah ada yang kami tindak, itu untuk memberikan shock terapi. Di lapangan juga kami punya tim pengawas, jadi jangan khawatir, minyak goreng aman,” tutupnya.
Penulis : Abi/zul.



















Users Today : 1115
Total Users : 1269765
Views Today : 3290
Total views : 6286489