Samarinda, Infobenua — Anggota DPRD Kaltim Syafruddin meminta Pemerintah Provinsi Kaltim agar konsisten membantu Pemerintah Kota Balikpapan dalam penyelesaian persoalan banjir yang dalam beberapa tahun terakhir semakin memprihatinkan.
Hal tersebut disampaikan Syafruddin disela-sela kunjungan kerja Pansus LKPj Gubernur Kaltim Tahun Anggaran 2020 ketika meninjau pekerjaan drainase skunder Jalan MT Haryono, Balikpapan, Kamis (15/4/20210) lalu.
Seperti diketahui terdapat puluhan titik rawan banjir yang tersebar di lima kecamatan, dan yang terparah di Jalan MT Haryono dan kawasan daerah aliran Sungai Ampal yang ketika banjir melumpuhkan aktifitas warga.
“Banjir ini memang merupakan persoalan yang dihadapi banyak daerah terutama yang pesat dalam pembangunan infrastruktur. Sebab itu tidak bisa hanya dilakukan Pemkot saja tetapi harus ada bantuan provinsi,” katanya.
Sebagai pintu gerbang lanjut dia Balikpapan tentu menjadi cerminan Kaltim secara umum. Oleh karena itu sudah selayaknya persoalan banjir menjadi perhatian serius agar tidak semakin parah terlebih ketika Kaltim kedepan menjadi IKN.
Terkait hasil meninjau drainase di Jalan MT Haryono, Wakil rakyat asal daerah pemilihan Balikpapan itu menyebutkan kendati telah berupaya maksimal masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu menjadi perhatian.
“Secara fisik saya melihat PUPR dan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut telah berupaya sebaik mungkin. Adapun kekurangan yang bersifat teknis saya mengharapkan agar pengerjaan di tahun ini lebih ditingkatkan lagi kualitasnya,” tandasnya.
Agar lebih maksimal, Politikus PKB itu meminta peran aktif dari pemerintah daerah agar pengerjaan proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim tersebut bisa selesai sesuai target.
Ia mencontohkan dikarenakan pengerjaan drainase sekunder tersebut berada pada wilayah-wilayah yang padat mobilitas kendaraan yang melintas sehingga diperlukan peran Pemkot Balikpapan dalam membantu mengatur rekayasa lalu lintas.
“Jangan sampai arus lalu lintas yang padat menjadi alasan sehingga pengerjaan proyek drainase terkesan tidak maksimal. Koordinasi provinsi dan kota merupakan kunci utama keberhasilannya,” pungkas Syafruddin. *
— Reporter: Kka
— Editor: Ru

















Users Today : 972
Total Users : 1269622
Views Today : 2862
Total views : 6286061