Infobenua.com, BALIKPAPAN – Ribuan warga antusias menyaksikan pagelaran seni dan budaya dalam gelaran Pekan Budaya Borneo (PKB) 2026 yang berlangsung di Taman Bekapai, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 5 hingga 8 November 2026.
Mengusung tema “Jejak Maestro: Merawat Simpul Para Penjaga Tradisi”, kegiatan ini menghadirkan maestro, seniman, komunitas budaya, hingga pelaku tradisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada Sabtu (7/11/2026), panggung Pekan Budaya Borneo kembali menyuguhkan beragam pertunjukan seni tradisional dan modern. Sejumlah penampilan yang menarik perhatian pengunjung di antaranya Tari Topeng Penembe oleh Aji Maya Melati, Tari Gantar, Tari Saman, Jepin Tempurung, Tari Piring, Kuda Lumping, Bantengan, Wushu, hingga Barongsai.
Beragam pertunjukan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati kawasan Taman Bekapai. Selain menjadi hiburan, pagelaran ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Nusantara kepada generasi muda.
Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada Minggu (8/11/2026) melalui Kalimantan Culture Carnival. Karnaval tersebut dijadwalkan menampilkan kreativitas peserta melalui busana, musik, gerak, serta beragam ekspresi budaya.
Peserta karnaval akan melintasi rute Jalan Jenderal Sudirman dan berakhir di kawasan Taman Bekapai.
Kepala BPK Wilayah Kalimantan Timur, Titit Lestari, menjelaskan Pekan Budaya Borneo merupakan ajang berskala regional yang dirancang untuk menjaga keberlanjutan tradisi di tengah gempuran modernisasi dan dinamika zaman.
Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini menjadi pengingat sekaligus penegasan komitmen bersama para pemangku kepentingan dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan.
“Pelestarian kebudayaan tidak cukup hanya dengan menjaga karya, kita juga harus memuliakan manusia yang memiliki pengetahuan untuk menciptakan dan mewariskan karya tersebut,” ujar Lestari dalam sambutannya.
Ia memaparkan, rangkaian PKB 2026 dibangun di atas empat pilar utama, yakni mengenali, menghubungkan, mewariskan, dan menumbuhkan kebudayaan antargenerasi.
Selain menampilkan beragam seni pertunjukan tradisi, mulai dari musik tingkilan hingga tarian khas Suku Paser, festival ini juga menghadirkan ruang interaksi yang inklusif.
Salah satunya melalui keterlibatan penerjemah bahasa isyarat dari komunitas Semut Balikpapan untuk mendampingi kegiatan, sehingga masyarakat dari berbagai kalangan dapat turut menikmati dan mengakses pertunjukan budaya.
Melalui Pekan Budaya Borneo 2026, diharapkan kekayaan tradisi Nusantara tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Penulis: Irwanto Sianturi








Users Today : 1664
Total Users : 1609494
Views Today : 3169
Total views : 7131912