InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kaltim Perkuat Hilirisasi Perkebunan, Enam Refinery Sawit Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

by Hery Kuswoyo
Kamis, 5 November 2026, 21:26
in Kaltim
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan

Infobenua.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mempercepat pengembangan sektor perkebunan sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi daerah untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat hilirisasi komoditas unggulan, terutama kelapa sawit, guna meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas akses pasar ekspor.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Arif Murdiyatno, mengungkapkan saat ini terdapat enam fasilitas pemurnian atau refinery kelapa sawit yang dibangun perusahaan besar di wilayah Kaltim. Salah satu fasilitas terbaru berlokasi di Kabupaten Kutai Timur.

Seluruh fasilitas tersebut diharapkan mulai beroperasi pada 2027 untuk memproduksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya. Pengembangan industri pengolahan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual komoditas perkebunan daerah.

“Alhamdulillah mudah-mudahan tahun depan sudah bisa berjalan enam refinery ini memproduksi CPO dan turunannya. Ini juga sudah berstandar ekspor, dan mudah-mudahan nanti nilai jual serta nilai tambahnya menjadi lebih baik,” ungkapnya pada Forum Konsultasi Publik Disbun Kaltim, Kamis (5/11/2026).

Arif mengatakan, penguatan sektor perkebunan tidak hanya bertumpu pada komoditas kelapa sawit. Pemprov Kaltim juga mendorong peningkatan kualitas dan daya saing komoditas lain, termasuk karet, aren, lada, dan kakao.

Khusus komoditas karet, Disbun Kaltim tengah melakukan verifikasi serta pendataan ulang untuk memastikan produk yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan ketat pasar ekspor Eropa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pemasaran produk perkebunan lokal ke pasar internasional.

Sementara itu, pengembangan komoditas kopi juga diarahkan pada penguatan identitas produk daerah. Pemprov Kaltim saat ini mempersiapkan proses sertifikasi Indikasi Geografis (IG) untuk Kopi Liberika Perangat Baru.

Menurut Arif, transformasi ekonomi melalui sektor perkebunan merupakan peluang sekaligus tantangan bagi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola perkebunan yang berkelanjutan.

Penerapan prinsip Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik budidaya pertanian yang baik dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas komoditas. Standar tersebut perlu diterapkan sejak tahap awal produksi hingga pengolahan hasil perkebunan.

“Saya mengajak kepada seluruh insan pertanian, kita bersama-sama untuk mendorong sektor pertanian ini menjadi lebih baik. Tentunya dimulai dari sektor hulu sampai dengan sektor hilir, mulai dari perbenihan yang berkualitas dan tersertifikasi, hingga budidaya yang sesuai standar,” tegas Arief.

Melalui penguatan industri hilir, peningkatan standar produksi, dan diversifikasi komoditas, Pemprov Kaltim berharap sektor perkebunan dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global. (*)

Views Count: 2

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1603743
Users Today : 2435
Total Users : 1603743
Views Today : 4030
Total views : 7121589
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com