InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Turap Taman Musik Bergeser Sepanjang 50 Meter, Ahmad Yani Minta Kajian Teknis Mendalam

by Eka Mandiri
Kamis, 5 November 2026, 15:49
in Berita, DPRD KUKAR, Kukar
Bagikan

Foto: Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani saat melakukan peninjauan terhadap turap longsor di area taman musik kecamatan Tenggarong.

Infobenua.com, Kutai Kartanegara – Kerusakan turap di kawasan Taman Musik Tenggarong diperkirakan mencapai panjang 50 meter. Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan kajian teknis secara menyeluruh untuk menentukan apakah konstruksi tersebut masih dapat diperbaiki atau perlu diganti.

Dari peninjauan tersebut, kondisi turap terlihat tidak lagi sejajar dan mengalami pergeseran sehingga membutuhkan penanganan yang tepat.

“Panjang turap yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai 50 meter. Karena itu, perlu dilakukan perhitungan secara matang untuk menentukan pilihan penanganan.” ujar Ahmad Yani, saat dikonfirmasi media ini, Kamis (5/11/2026).

Ahmad Yani menjelaskan, terdapat dua pilihan yang perlu dikaji, yakni mengganti seluruh konstruksi atau memperbaiki bagian yang masih memungkinkan untuk dipertahankan. Kedua opsi tersebut tentu memiliki konsekuensi berbeda, termasuk dari sisi kebutuhan anggaran.

Ia juga menyebutkan, berdasarkan koordinasi awal dengan Kepala Dinas PU, belum ditemukan pelanggaran teknis dalam perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi. Namun, dugaan anomali struktur tanah serta tekanan akibat kendaraan yang melintas menjadi faktor yang perlu diteliti lebih lanjut.

“Nantinya perlu dikaji kembali apakah struktur yang ada masih bisa dipertahankan atau harus diganti dengan konstruksi baru. Sebab, kondisi saat ini sudah tidak mencerminkan kelayakan konstruksi, terlihat dari posisi bangunan yang tidak lagi sejajar dan mengalami pergeseran.” jelasnya.

Selain kondisi tanah dan beban kendaraan, faktor alam juga menjadi perhatian. Retakan ditemukan tidak hanya pada bagian bangunan baru, tetapi juga pada konstruksi lama.

Kondisi musim kemarau berkepanjangan dan perubahan kondisi sungai diduga turut memengaruhi kestabilan tanah.

“Dengan demikian, perbaikan yang dilakukan nantinya benar-benar mampu menjamin keamanan dan kualitas bangunan dalam jangka panjang.” pungkasnya. (Adv/rid)

Views Count: 4

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1603251
Users Today : 1943
Total Users : 1603251
Views Today : 3288
Total views : 7120847
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com