InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bahlil Pastikan Kaltim Jadi Pusat Hilirisasi Petrokimia Berbasis Gas

by Hery Kuswoyo
Kamis, 22 Oktober 2026, 22:31
in Kaltim
Floating Production Unit (FPU) Jangkrik 12 mil lepas Pantai Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Floating Production Unit (FPU) Jangkrik 12 mil lepas Pantai Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Bagikan

Infobenua.com, Balikpapan — Pemerintah berencana membangun pusat hilirisasi petrokimia berbahan baku gas di Kalimantan Timur untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengatakan rencana tersebut didorong oleh temuan potensi sumur gas baru di wilayah Kalimantan Timur. Menurutnya, peningkatan ketersediaan bahan baku perlu diikuti pengembangan industri pengolahan agar produksi dan nilai ekonomi yang dihasilkan semakin besar.

“Kita akan membangun pusat hilirisasi petrochemical di Kalimantan Timur dengan mempergunakan bahan baku dari gas. Kenapa ini harus kita lakukan, karena proses-proses untuk menciptakan nilai tambah itu harus dilakukan seiring dengan kita menemukan penambahan, penambahan bahan baku,” kata Bahlil dalam pidatonya saat berada di atas Floating Production Unit (FPU) Jangkrik 12 mil lepas Pantai Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan, Kamis (22/10/2026). Ia menegaskan, pembangunan fasilitas hilirisasi di daerah penghasil gas ditujukan agar masyarakat Kalimantan Timur turut merasakan manfaat dari pemanfaatan sumber daya alam di wilayahnya.

Menurut Bahlil, keberadaan pusat petrokimia berpotensi membuka lapangan kerja, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, serta meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan daerah. Pengembangan industri di dekat sumber bahan baku juga diharapkan memperbesar nilai ekonomi yang tinggal di daerah.

“Dan kenapa tidak kita lakukan di Jakarta, kita pilih daerah juga harus mendapatkan bagian dalam pemanfaatan sumber daya alamnya. Dengan kita menciptakan hilirisasi di daerah, itu berarti menciptakan lapangan kerja di daerah, menciptakan nilai tambah di daerah, meningkatkan PNBP di daerah, meningkatkan pendapatan bagi masyarakat dan daerah, sekaligus kita harus menjadikan daerah menjadi tuan di negerinya sendiri,” urai Bahlil.

Di sektor hulu, kegiatan eksplorasi minyak dan gas di perairan Kalimantan Timur masih berlangsung melalui perusahaan ENI dan Searah. Pemerintah menaruh perhatian pada temuan serta pengembangan sumber gas baru untuk menopang ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan.

Dua sumur gas yang disebut dalam pengembangan terbaru adalah Jangkrik North East (JNE-6) dan sumur Maha. Keduanya diklaim berpotensi mendongkrak produksi gas dan minyak bumi hingga 750 juta kaki kubik per hari.

Pembangunan pusat hilirisasi petrokimia berbasis gas diharapkan menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menghubungkan peningkatan produksi sektor hulu dengan pengembangan industri bernilai tambah di Kalimantan Timur. Dengan pendekatan tersebut, potensi sumber daya alam diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas mentah, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Views Count: 4

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1554131
Users Today : 955
Total Users : 1554131
Views Today : 1788
Total views : 7037235
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com