Infobenua.com, Samarinda — Sebanyak 36 kampung di Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara mendapat pelatihan fotografi, dokumentasi visual, dan jurnalisme warga untuk memperkuat penyebaran informasi serta keterlibatan masyarakat dalam Program Penurunan Emisi Karbon di Kalimantan Timur.
Pelatihan yang berlangsung di Hotel Sidodadi pada 22–23 Oktober 2026 tersebut diikuti perwakilan dari 30 kampung di Kutai Barat dan enam kampung di Kutai Kartanegara. Pelaksanaannya didukung empat organisasi masyarakat sipil, dengan narasumber dari Center for Social Forestry (CSF) Universitas Mulawarman dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Enhancing Access to Benefits and Livelihoods through Enabling (EnABLE) dalam kerangka Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF). Program tersebut bertujuan memperkuat keterlibatan masyarakat secara aktif, inklusif, dan transparan dalam pelaksanaan Program Penurunan Emisi (Emissions Reduction Program/ERP) serta Rencana Pembagian Manfaat (Benefit Sharing Plan/BSP).
Koordinator CSF Universitas Mulawarman, Emi Purwanti, mengatakan penguatan komunikasi di tingkat kampung diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program, termasuk perkembangan kegiatan dan mekanisme pembagian manfaat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat jalur komunikasi yang menghubungkan masyarakat dengan para pihak terkait, sehingga informasi mengenai program penurunan emisi karbon di Kalimantan Timur dapat tersampaikan dengan baik hingga ke tingkat kampung,” ujarnya.
Menurut Emi, informasi yang disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan melalui saluran yang mudah dijangkau dapat membantu warga memahami tujuan program serta memantau perkembangannya di lingkungan masing-masing. Akses informasi tersebut juga dinilai penting untuk memperluas partisipasi masyarakat.
Koordinator EnABLE Program FCPF, Saiful Alim, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas warga dalam mendukung pelaksanaan program pengurangan emisi karbon.
“Bagaimana masyarakat Kalimantan Timur mengetahui dan memahami program pengurangan emisi menjadi hal penting. Melalui EnABLE, kami memberikan dukungan dan penguatan kapasitas agar masyarakat dapat berkontribusi sebagai penghubung komunikasi di tingkat desa dan kampung,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik fotografi, dokumentasi visual, jurnalisme warga, serta optimalisasi sistem komunikasi dan informasi kampung. Keterampilan ini diharapkan membantu warga mendokumentasikan kegiatan, menyampaikan informasi secara akurat, dan memperluas jejaring komunikasi antarkampung.
Penguatan kapasitas komunikasi dinilai semakin relevan karena program penurunan emisi karbon tersebut telah memasuki tahap pembayaran. Dengan informasi yang terbuka dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan dapat mengetahui perkembangan pelaksanaan program serta memahami mekanisme pembagian manfaat.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam menyampaikan informasi dan aspirasi, memperkuat partisipasi publik, serta mendukung transparansi pelaksanaan program penurunan emisi karbon di Kalimantan Timur. (*)







Users Today : 957
Total Users : 1554133
Views Today : 1805
Total views : 7037252