Foto : Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik, dan Kehumasan (IKP) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Aji Nazaruddin
Infobenua.com, KUTIM – Pemberitaan mengenai program pemerintah daerah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) didorong tidak berhenti pada laporan kegiatan seremonial, tetapi juga mengungkap hasil pelaksanaan dan manfaatnya bagi masyarakat. Informasi yang lebih mendalam dinilai penting agar publik memahami bentuk dukungan serta pekerjaan yang dilakukan setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik, dan Kehumasan (IKP) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Aji Nazaruddin, mengatakan media perlu menggali substansi program dalam setiap peliputan kegiatan pemerintah.
“Pemberitaan itu jangan hanya semacam seremonial saja. Lebih baik ke inti daripada program kerja pemerintah,” ujar Aji, Kamis (15/10/2026).
Ia mencontohkan pemberitaan di sektor pertanian yang dapat dikembangkan dengan mengulas bentuk bantuan pemerintah kepada petani. Informasi tidak cukup hanya menyebutkan penyerahan bantuan, tetapi perlu menjelaskan jenis bantuan, mulai dari bibit, peralatan pertanian, hingga pembangunan akses jalan untuk menunjang aktivitas usaha tani.
Menurutnya, rincian tersebut dapat memberikan pemahaman lebih jelas kepada masyarakat mengenai program yang dijalankan pemerintah. Media juga dapat menggali pelaksanaan kegiatan di lapangan untuk mengetahui sejauh mana program tersebut mendukung kebutuhan masyarakat.
“Harapan kita, program dan kegiatan yang di dinas itu dapat diinformasikan ke masyarakat,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan informasi, Diskominfo Staper Kutim telah mengatur pembagian peliputan media berdasarkan sektor tertentu, termasuk pertanian dan pendidikan. Pembagian ini diharapkan membantu mengangkat program dari berbagai OPD agar informasi pembangunan tidak terpusat pada kegiatan tertentu saja.
Aji menegaskan, pemberitaan yang mengedepankan substansi dapat memberikan gambaran lebih utuh mengenai pekerjaan pemerintah daerah. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui agenda yang berlangsung, tetapi juga memahami program yang dilaksanakan dan tujuan yang ingin dicapai.
“Melalui pendekatan tersebut, Diskominfo Staper Kutim berharap informasi pembangunan dapat tersampaikan secara lebih informatif, terperinci, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.(adv/Kutim)
Penulis : Faradita | Editor: Redaksi









Users Today : 557
Total Users : 1549390
Views Today : 1331
Total views : 7026587