InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Warga Mahakam Ulu Dibekali Keterampilan Jurnalisme Warga untuk Dukung Program Penurunan Emisi Karbon

by Hery Kuswoyo
Selasa, 20 Oktober 2026, 20:43
in Kaltim
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan

Infobenua.com, Long Pahangai — Penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola informasi menjadi salah satu upaya mendukung transparansi Program Penurunan Emisi Karbon di Kalimantan Timur. Di Kabupaten Mahakam Ulu, warga dibekali keterampilan fotografi, dokumentasi visual, jurnalisme warga, serta pengelolaan sistem komunikasi dan informasi desa atau kampung.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Terpadu Fotografi dan Dokumentasi Visual, Jurnalisme Warga, serta Optimalisasi Sistem Komunikasi dan Informasi Desa/Kampung yang berlangsung di Lamin Adat Uma Belua, Desa Long Pahangai, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Enhancing Access to Benefits and Livelihoods through Enabling (ENABLEY) dalam kerangka Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) di Provinsi Kalimantan Timur. Program tersebut diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat desa dan kampung secara aktif, inklusif, dan transparan dalam pelaksanaan Program Penurunan Emisi (Emissions Reduction Program/ERP) serta Rencana Pembagian Manfaat (Benefit Sharing Plan/BSP).

Koordinator Center for Social Forestry (CSF) Universitas Mulawarman (Unmul), Emi Purwanti, mengatakan penguatan komunikasi di tingkat kampung diperlukan agar informasi program, termasuk distribusi manfaatnya, dapat menjangkau masyarakat secara luas dan tepat sasaran.

“Melalui program ini, kami ingin memaksimalkan kapasitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan media komunikasi yang tersedia di desa atau kampung. Dengan demikian, informasi mengenai Program Penurunan Emisi Karbon, termasuk distribusi manfaatnya, dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Emi, masyarakat perlu dilibatkan dalam proses komunikasi agar informasi program tidak hanya beredar di kalangan tertentu, tetapi juga dipahami oleh warga yang menjadi bagian dari penerima manfaat.

Koordinator ENABLEY Program FCPF, Saiful Alim, menambahkan bahwa keterbukaan informasi perlu diperkuat hingga tingkat desa dan kampung, mulai dari proses penganggaran hingga pelaksanaan program.

“Bersama ENABLEY, kami mendorong penguatan pelaksanaan program agar informasi yang inklusif dan berkelanjutan dapat tersampaikan kepada masyarakat. Mulai dari proses penganggaran di tingkat desa atau kampung hingga implementasinya, masyarakat perlu mengetahui dan memahami bagaimana program ini dijalankan,” jelasnya.

Ia menegaskan, akses informasi yang memadai diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi dalam mengawasi perencanaan, pelaksanaan, dan pemanfaatan hasil program.

Kabupaten Mahakam Ulu menjadi salah satu wilayah pendampingan program yang mencakup 10 kampung. Kondisi geografis dan karakteristik wilayah tersebut membuat keberadaan saluran komunikasi lokal menjadi penting untuk memastikan informasi pembangunan dapat menjangkau warga secara efektif.

Dalam pelatihan ini, masyarakat mendapatkan pembekalan untuk mendokumentasikan kegiatan melalui fotografi dan visual, serta menyampaikan informasi melalui praktik jurnalisme warga. Sementara itu, optimalisasi sistem komunikasi dan informasi kampung diarahkan untuk memperluas penyebaran informasi melalui saluran yang tersedia.

Keterampilan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk merekam praktik baik, menyampaikan kebutuhan kampung, mendokumentasikan perkembangan program, serta menyalurkan aspirasi masyarakat terkait pembangunan dan pengelolaan lingkungan.

Pelatihan ini melibatkan narasumber dari CSF Unmul dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur. Kolaborasi kedua lembaga bersama mitra ENABLEY menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi pelaksanaan FCPF-CF di tingkat lokal.

Melalui penguatan kapasitas dan akses informasi, masyarakat diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam pelaksanaan program penurunan emisi karbon, sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai proses dan manfaat program bagi kampung mereka.(*)

Views Count: 4

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1548826
Users Today : 2071
Total Users : 1548826
Views Today : 7658
Total views : 7025239
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com