Infobenua.com, BALIKPAPAN — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (Perdatin) Kaltimtara menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi pengurus tempat ibadah lintas agama.
Kegiatan bertajuk IDI Goes to Tempat Ibadah ini digelar dalam rangkaian memperingati Hari Dokter Nasional ke-76 tahun 2026.
Pelatihan bertujuan membekali masyarakat awam dengan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama kepada jemaah yang mengalami kondisi darurat medis.
Pelatihan berlangsung di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center pada minggu 18/10/2026 di mana sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Gereja Bethany dan sebuah vihara umat Buddha di Balikpapan.
Ketua IDI Cabang Balikpapan, Andi Sri Juliarty, mengatakan pertolongan awal yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko kecacatan maupun kematian sebelum tenaga medis dan ambulans tiba di lokasi.
“Dalam lima menit pertama, pertolongan yang dilakukan ini sangat membantu untuk mengurangi tingkat kecacatan maupun kematian dari korban sambil menunggu datangnya tim medis dan ambulans,” ujar Andi Sri Juliarty Minggu (18/10/2026).
Menurut dia, pelatihan tersebut diharapkan membuat pengurus tempat ibadah lebih siap menghadapi berbagai kondisi kedaruratan, seperti jemaah pingsan, dugaan stroke, kecelakaan, hingga serangan jantung.
Pengurus Harian Masjid Madinatul Iman, Yusri, menyambut baik pelatihan tersebut. Sebanyak 56 hingga 57 takmir masjid di bawah binaan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan mengikuti kegiatan yang mencakup penyampaian teori dan praktik.
Yusri mengatakan, kejadian darurat medis dapat terjadi sewaktu-waktu di lingkungan masjid. Karena itu, masyarakat perlu memahami prosedur pertolongan yang benar agar tidak memperburuk kondisi korban.
“Banyak kejadian-kejadian kedaruratan yang terjadi di beberapa masjid, ini memerlukan pertolongan yang benar. Jadi tidak hanya sekadar akan menolong karena ternyata proses menolong dan penanganannya itu harus mengikuti prosedur yang benar,” kata Yusri.
Dia menambahkan, fungsi masjid saat ini tidak hanya sebagai tempat ibadah. Masjid juga menjadi pusat kegiatan masyarakat, mulai dari pengajian, pendidikan anak, hingga aktivitas olahraga seperti jogging.
Dengan beragamnya kegiatan tersebut, kemampuan memberikan pertolongan awal dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan pengurus masjid dalam menghadapi keadaan darurat.
Salah seorang peserta, Muhammad Usman, perwakilan DMI Balikpapan, mengaku terbantu dengan metode pelatihan yang dilakukan secara interaktif. Para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan mendapat penjelasan langsung dari dokter sebagai mentor.
Usman mengatakan, kejadian jemaah jatuh atau pingsan saat kegiatan ibadah masih menjadi tantangan bagi pengurus masjid, terutama ketika mereka belum memahami cara memberikan pertolongan yang tepat.
“Di masjid ini rata-rata umurnya sudah di atas 50, 60 tahun. Saya punya pengalaman itu, ada salat Jumat, masyarakat pertama jatuh, pingsan. Ini kita tidak mengerti bagaimana cara menanganinya,” ujar Usman.
Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai langkah penanganan awal sesuai kondisi korban, termasuk pentingnya tidak sembarangan memindahkan atau mengubah posisi orang yang mengalami gangguan kesehatan.
Sementara itu, Wakil Ketua Perdatin Kaltimtara, dr. I Made Suandamana, mengatakan program Goes to Tempat Ibadah dirancang agar pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar dapat menjangkau masyarakat luas, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang medis.
“Harapan kami untuk kegiatan ini bahwa masyarakat, walaupun masyarakat nonmedis dan masyarakat awam, bisa membantu sebagai pahlawan nanti menyelamatkan mungkin korban atau orang-orang yang tidak sadar di lingkungan mereka,” kata I Made Suandamana.
Melalui kegiatan ini, IDI Balikpapan dan Perdatin Kaltimtara berharap masyarakat dapat berperan sebagai penolong pertama (first responder) ketika terjadi kondisi darurat di tempat ibadah.
Keterampilan tersebut diharapkan membantu masyarakat memberikan pertolongan awal secara tepat sembari menunggu kedatangan tenaga medis, sehingga peluang korban untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan sesuai prosedur semakin besar.








Users Today : 1694
Total Users : 1544676
Views Today : 3669
Total views : 7012269