InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Nyawa Kembali Melayang di Lubang Eks Tambang, Maswedi Desak Pengawasan dan Reklamasi Diperketat

by Eka Mandiri
Jumat, 16 Oktober 2026, 12:16
in Berita, DPRD SAMARINDA, Samarinda
Bagikan

Teks foto ke dua: Anggota Komisi III DPRD Samarinda Maswedi

Infobenua.com.Samarinda- DPRD Samarinda mengaku prihatin dan menyesalkan terulangnya kembali kejadian anak meninggal di bekas lubang tambang batubara di wilayah Samarinda.

Azam, anak berusia 12 tahun merupakan korban ke-56 peristiwa anak meninggal di bekas galian tambang. Ia ditemukan tewas di lubang bekas tambang batu bara yang sudah tidak beroperasi lagi pada (13/10) kemarin.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, meminta pengamanan lubang bekas tambang diperketat menyusul tewasnya Azam di Jalan Rimbawan Dalam, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Lokasi kejadian berada di wilayah konsesi Koperasi Serba Usaha Putra Mahakam Mandiri (KSU PUMMA).

Maswedi mengatakan, persoalan keselamatan di kawasan bekas tambang telah beberapa kali disampaikan kepada pihak terkait, mulai dari pemerintah kelurahan dan kecamatan hingga masyarakat sekitar. Namun, kejadian serupa masih kembali terjadi.

Teks foto,Lokasi kolam bekas tambang Batu Bara di jalan Rimbawan Dalam ,Kelurahan Tanah Merah,Samarinda Utara,tempat Azam(12) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam 

“Kami menyayangkan bahwa kejadian anak-anak yang meninggal di kolam bekas tambang ini sudah cukup banyak. Kami juga sebenarnya sudah beberapa kali menyampaikan kepada pihak-pihak terkait agar aktivitas di sekitar kolam atau danau dibatasi, apalagi anak-anak,” kata Maswedi.

Ia juga mengingatkan kejadian serupa di kawasan Bayur. Saat itu, seorang warga meninggal ketika mengambil air di tengah kondisi kemarau.

Menurutnya, kolam bekas tambang tetap menyimpan bahaya meskipun airnya dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Maswedi meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan melarang mereka bermain maupun berenang di kolam bekas tambang.
Masyarakat juga diminta ikut mencegah aktivitas berbahaya di sekitar lokasi.

“Orang tua juga harus lebih waspada atau lebih memperhatikan anaknya. Lagi pesan anaknya supaya jangan bermain di kolam bekas tambang karena sangat berbahaya dan sudah banyak sekali korban di sana,” ujarnya.

Selain pengawasan keluarga, ia mendorong pemerintah di tingkat wilayah memasang rambu peringatan dan membatasi akses ke lokasi berbahaya. Menurutnya, langkah pengamanan harus dilakukan agar anak-anak tidak mudah menjangkau kolam bekas tambang.

Maswedi juga menegaskan perusahaan perlu bertanggung jawab terhadap pengamanan lubang bekas tambang, termasuk menutup area yang membahayakan. Pemerintah kelurahan, kecamatan, BPBD, dan relawan diharapkan turut membantu memberikan edukasi serta peringatan kepada masyarakat.

“Karena anak-anak ini kan nggak tahu. Artinya, lihat air mereka senang bermain, akhirnya berenang-renang saja,” demikian Maswedi.

Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri

Views Count: 13

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1542162
Users Today : 1969
Total Users : 1542162
Views Today : 3507
Total views : 7006652
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com