Foto: Camat Batu Ampar Akhmadsyahdalam kegiatan penyalaan listrik 24 jam di Desa Beno Harapan
Infobenua.com, KUTIM – Kehadiran listrik selama 24 jam mulai membuka peluang bagi masyarakat di wilayah pedalaman Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. Selain membantu aktivitas usaha, ketersediaan listrik juga dinilai dapat mengurangi sejumlah pengeluaran warga.
Camat Batu Ampar Akhmadsyah mengatakan, masyarakat dapat memanfaatkan listrik yang kini tersedia untuk mengembangkan UMKM maupun usaha rumahan.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan sebelumnya ketika keterbatasan listrik membuat aktivitas ekonomi warga belum dapat berjalan maksimal.
“Dampak positifnya yang kita ambil itu bisa menambah penghasilan warga, dan bisa juga menghemat pengeluaran warga,” ujar Akhmadsyah dalam kegiatan penyalaan listrik 24 jam di Desa Beno Harapan, Senin (5/10/2026).
Ia mencontohkan, masyarakat kini dapat menjalankan usaha yang sebelumnya sulit dilakukan, termasuk berjualan pulsa listrik. Ketersediaan listrik juga membuat warga dapat memproduksi sejumlah kebutuhan secara mandiri.
Salah satunya produksi es batu. Sebelum listrik tersedia, warga harus membeli es batu ke Desa Batu Timbau. Untuk itu, mereka tidak hanya mengeluarkan biaya membeli es, tetapi juga harus menanggung biaya perjalanan dari desa menuju lokasi pembelian.
“Kalau sekarang mereka bisa memproduksi sendiri es batu. Akhirnya itu juga menghemat pengeluaran. Yang tadinya pengeluarannya misalnya Rp1.000, sekarang bisa Rp500,” jelasnya.
Menurut Akhmadsyah, contoh tersebut baru sebagian dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah listrik tersedia selama 24 jam. Masih banyak potensi lain yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan pasokan listrik.
Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memaksimalkan listrik yang telah tersedia untuk meningkatkan kegiatan ekonomi.
“Harapannya masyaraiat menjaga fasilitas PLN dan menggunakan instalasi listrik sesuai standar agar tidak menimbulkan korsleting maupun gangguan lainnya,” tegasnya.
Listrik 24 jam kini telah tersedia di Desa Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari. Masyarakat di empat desa tersebut sebelumnya telah menanti layanan listrik selama lebih dari 30 tahun, bahkan hampir 40 tahun.(adv/Kutim)
Penulis : Faradita








Users Today : 178
Total Users : 1521279
Views Today : 391
Total views : 6961739