InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Warga Keluhkan Dampak Proyek Marriott, 19 Rumah Alami Kerusakan

by Eka Mandiri
Rabu, 30 September 2026, 21:26
in Berita, Samarinda
Bagikan

Ket Foto: Petugas BPBD Kota Samarinda bersama tim survei meninjau kondisi rumah warga di sekitar proyek pembangunan Hotel JW Marriott.(ist)

Infobenua.com Samarinda — Aktivitas pembangunan Hotel JW Marriott di Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, mendapat keluhan dari warga sekitar. Sedikitnya 19 rumah di Jalan Lambung Mangkurat, Gang Jamhari, RT 02, dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.

Kerusakan yang dikeluhkan warga berupa retakan pada dinding dan keramik hingga bagian bawah kamar mandi yang mengalami kerusakan. Saat hujan deras, sejumlah rumah yang berada paling dekat dengan proyek juga disebut terdampak genangan.

Ketua RT 02, Ratna Utariah, mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan posisi permukiman yang sangat berdekatan dengan area pembangunan. Jarak rumah warga terdekat dengan lokasi proyek diperkirakan hanya sekitar tiga meter.

Menurutnya, tingkat kerusakan yang dialami warga bervariasi, mulai dari ringan hingga cukup parah. Kondisi tersebut bergantung pada jarak rumah dengan area pembangunan.

“Posisi rumah warga memang sangat dekat dengan proyek, bahkan ada yang hanya berjarak sekitar tiga meter. Dari pendataan sementara, ada 19 rumah yang terdampak dengan kondisi kerusakan berbeda-beda,” ujar Ratna, Rabu (30/9/2026).

Retakan menjadi kerusakan yang paling banyak ditemukan. Selain pada dinding, sejumlah keramik rumah warga juga mengalami keretakan.

Keluhan semakin meningkat ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Rumah yang berada paling dekat dengan proyek disebut sempat mengalami banjir.

“Kerusakan yang banyak ditemukan berupa retakan dinding dan keramik. Ketika hujan deras, rumah yang posisinya paling dekat dengan proyek juga mengalami banjir,” katanya.

Ratna mengatakan air bahkan merembes dari bawah lantai rumah. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mengeringkan bagian dalam rumah karena air harus dialirkan terlebih dahulu.

“Air bukan hanya masuk dari pintu, tetapi juga muncul dari bawah keramik. Jadi harus dibuatkan aliran supaya airnya bisa keluar,” sambungnya.

Keluhan warga kemudian ditindaklanjuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda. Petugas melakukan pengecekan langsung ke permukiman bersama tim survei dari pihak hotel.

Analis Kebencanaan BPBD Kota Samarinda, Hamzah, mengatakan terdapat tiga RT yang berada di sekitar proyek, yakni RT 02, RT 03 dan RT 05. Dari hasil pengecekan, RT 02 dan RT 03 menjadi wilayah yang paling dekat dengan aktivitas pembangunan.

“Kalau melihat posisi kawasan, RT 02 dan RT 03 yang paling terdampak karena lokasinya bersentuhan langsung dengan aktivitas proyek,” jelas Hamzah.

Petugas juga menemukan sejumlah bagian rumah mengalami retakan. Bahkan, salah satu kamar mandi warga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian bawah hingga kondisinya menjadi gerowong dan tidak lagi dapat digunakan.

“Dari hasil pengecekan memang ditemukan beberapa bangunan yang retak. Ada juga kamar mandi warga yang bagian bawahnya sudah gerowong sehingga tidak bisa digunakan,” ungkapnya.

Selain kondisi bangunan, BPBD turut menyoroti persoalan drainase di sekitar area pembangunan. Hamzah menyebut belum terlihat adanya saluran pengalih sementara yang dapat menahan atau mengarahkan limpasan air agar tidak menuju permukiman.

“Belum terlihat adanya saluran pengaman maupun drainase darurat untuk mengalihkan air. Kondisi ini perlu diperhatikan supaya aliran air tidak langsung menuju rumah warga,” katanya.

Aktivitas pemancangan yang dilakukan di dekat permukiman juga menjadi perhatian BPBD. Menurut Hamzah, diperlukan area pengamanan selama proses pekerjaan berlangsung untuk mengurangi risiko terhadap bangunan warga.

BPBD berharap dampak yang dirasakan masyarakat segera ditangani dan tidak terus berlanjut selama proses pembangunan hotel berlangsung.

“Kami berharap persoalan ini segera ditangani dan dilakukan perbaikan sehingga dampaknya tidak terus dirasakan masyarakat,” tegas Hamzah.

Penulis Ainunnisa editor redaksi

Views Count: 2

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1505840
Users Today : 1465
Total Users : 1505840
Views Today : 2983
Total views : 6931033
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com