Foto : Kepala Disdikbud Kutim Mulyono
Infobenua.com.KUTIM – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih berlanjut setelah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah belum sepenuhnya dinyatakan aman.
PJJ mulai diterapkan sejak 18 September sebagai langkah penyesuaian kegiatan belajar mengajar terhadap kondisi kualitas udara di wilayah terdampak.
Hingga kini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim belum mencabut kebijakan tersebut. Sebab, meski kondisi di beberapa daerah mulai membaik, masih terdapat wilayah yang kondisinya belum memungkinkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran secara normal.
Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan, keputusan mengenai kelanjutan PJJ tetap mempertimbangkan hasil penilaian kondisi di lapangan.
“Dasarnya adalah dari Dinas Kesehatan. Yang punya kapasitas untuk menentukan layak dan tidak layak, aman atau tidak aman,” kata Mulyono, saat diwawancarai.
Menurutnya, perubahan kebijakan pembelajaran akan dilakukan setelah terdapat perkembangan dan pemberitahuan resmi mengenai kondisi wilayah.
“Jika seluruh kondisi telah dinyatakan aman, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan seperti sebelumnya,” tandasnya.
reporter Nurfaradita editor redaksi


















Users Today : 1225
Total Users : 1498080
Views Today : 2859
Total views : 6913648