Teks foto: Wakil Gubernur Seno Aji bersama jajaran direksi PT MMP dalam peringatan HUT ke-17 PT MMP di Hotel Claro Pandurata Samarinda
Infobenua.com, Samarinda– PT Migas Mandiri Pratama (MMP) diminta memperluas bisnis energi agar mampu meningkatkan pendapatan perusahaan hingga Rp1 triliun per tahun. Pengembangan usaha di sektor hilir migas menjadi salah satu langkah yang didorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat menghadiri peringatan HUT ke-17 PT MMP di Hotel Claro Samarinda, Rabu (23/9/2026) malam.

Seno mengatakan, selama ini MMP memiliki peran dalam pengelolaan *Participating Interest* (PI) 10 persen pada wilayah kerja migas di Kaltim. Namun, perusahaan daerah itu dinilai perlu mencari sumber pendapatan baru agar kontribusinya terhadap daerah semakin besar.
“Kalau Rp100 miliar itu biasa-biasa saja. Yang luar biasa itu adalah yang lebih tinggi dari itu,” ujar Seno.
Menurut Seno, peluang pengembangan bisnis dapat dilakukan dengan masuk ke sektor hilir energi, seperti pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), agen LPG rumah tangga, hingga jaringan SPBU melalui kerja sama dengan Pertamina.
Ia juga meminta potensi gas bumi di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi di Kaltim.
“Saya yakin target pendapatan Rp1 triliun per tahun di Kaltim ini sangat bisa tercapai. Kami berharap PT MMP tidak hanya fokus pada bisnis migas konvensional, tetapi juga mengembangkan lini bisnis strategis lainnya,” katanya.
Direktur Utama PT MMP Muhammad Iqbal mengatakan perusahaan tengah melakukan transformasi bisnis untuk memperkuat kinerja usaha dan meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Menurut Iqbal, kondisi fiskal daerah setelah adanya penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) menjadi salah satu alasan perusahaan perlu melakukan inovasi dan mencari sumber pendapatan baru.
“MMP harus mampu melakukan terobosan untuk meningkatkan kinerja usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, serta terus berinovasi agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah,” kata Iqbal.
Salah satu bisnis yang kini dikembangkan MMP adalah niaga *Liquefied Natural Gas* (LNG). Pengembangan bisnis tersebut ditujukan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus memperbesar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim.
Iqbal menyebut peluang bisnis energi semakin terbuka seiring pertumbuhan kawasan industri, meningkatnya kebutuhan energi, serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Dengan penguatan bisnis niaga LNG, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan, meningkatkan kontribusi terhadap PAD, serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kaltim,” tutupnya.
Penulis: Frida |Editor: Redaksi



















Users Today : 1385
Total Users : 1496482
Views Today : 2991
Total views : 6910265