Teks foto: Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra
Infobenua.com Samarinda – Keberadaan anak jalanan (anjal) dan manusia silver di sejumlah titik jalan Samarinda dinilai tidak akan mudah berkurang selama masih ada masyarakat yang memberikan uang kepada mereka.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan kebiasaan warga memberi uang justru membuka peluang bagi pengemis dan anjal untuk terus kembali ke lokasi yang dianggap menghasilkan.
“Kalau mau menertibkan mereka, jangan dikasih. Kalau dia seharian di situ berdiri di lampu merah, enggak ada yang ngasih, akhirnya akan berhenti dengan sendirinya,” kata Samri.
Menurutnya, keberadaan pemberi menjadi salah satu alasan aktivitas tersebut terus berlangsung.
Penghasilan yang diperoleh dalam sehari dapat membuat mereka kembali ke lokasi yang sama pada hari berikutnya.
“Kalau kita masih banyak memberi, akhirnya bilang, wah lumayan hari ini dapat Rp500 ribu. Besok datang lagi, karena ada peluang, ada pasar,” ujarnya.
Samri menegaskan imbauan tersebut bukan berarti masyarakat diminta berhenti berbuat baik. Ia justru meminta warga menyalurkan bantuan melalui tempat yang lebih tepat, seperti panti asuhan, masjid, atau rumah ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
“Bukan berarti kita ini mengimbau masyarakat untuk bersikap pelit. Kalau kita mau beramal, berbuat baik, banyak sebenarnya jalannya. Tidak mesti harus memberikan pengemis yang mengganggu ketertiban umum,” katanya.
Ia memahami tidak mudah bagi masyarakat untuk mengabaikan pengemis, terutama ketika yang berada di jalan merupakan anak-anak.
Kondisi tersebut, kata Samri, dapat memunculkan rasa iba dan mendorong orang untuk memberikan uang.
“Kita ini kan manusia juga, punya rasa belas kasihan. Apalagi kalau yang dikondisikan anak-anak. Itu anak-anak, kita ingat adik kita, kita ingat anak kita,” tuturnya.
Namun, menurut Samri, rasa iba tersebut juga menjadi bagian dari pola yang membuat aktivitas meminta-minta di jalan terus bertahan.
“Jadi sedih. Karena memberi. Itu dia, itu teknik mereka sebenarnya,” demikian Samri.
Penulis : Frida | Editor : Eka mandiri


















Users Today : 385
Total Users : 1469841
Views Today : 873
Total views : 6857256