Foto : Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Samarindabersama Forum Pedagang Pasar Pagi
Infobenua.com, Samarinda – Penataan fasilitas di dalam Gedung Pasar Pagi Samarinda dinilai belum sepenuhnya mendukung aktivitas perdagangan. Sejumlah pedagang mengeluhkan adanya area yang minim dilalui pengunjung sehingga berdampak terhadap penjualan kios.
Keluhan tersebut disampaikan Ketua Forum Pedagang Pasar Pagi, Thoriq Hakim, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Samarinda, Selasa (1/9/2026). Forum pedagang membawa 14 persoalan yang dihimpun dari kondisi dan keluhan pedagang selama beraktivitas di pasar.
Thoriq mengatakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah posisi fasilitas seperti lift, tangga dan eskalator yang berada di bagian tengah bangunan.
Menurutnya, penempatan tersebut membuat sebagian area kios, khususnya di lantai dua hingga lantai tujuh, tidak menjadi jalur utama pergerakan pengunjung.
“Banyak pedagang yang tidak buka, yang sudah buka pun tidak laris, tidak laku barangnya. Karena fasilitas yang ada numpuk di tengah semua, jadi banyak ruangan yang tidak dilewati orang,” jelas Thoriq usai RDP.
Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan area yang minim aktivitas pengunjung atau blank spot. Persoalan itu dinilai tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap pendapatan pedagang.
Thoriq menyebut terdapat pedagang yang dalam satu hingga tiga bulan hanya mampu menjual satu barang. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang memilih tidak membuka kios karena rendahnya tingkat kunjungan di lokasi mereka.
Ia mengusulkan adanya perubahan penempatan fasilitas vertikal di dalam gedung. Salah satu opsi yang disampaikan adalah memindahkan lift atau eskalator ke bagian depan agar arus pengunjung dapat menjangkau lebih banyak area perdagangan.
Selain persoalan penataan dalam gedung, akses menuju Pasar Pagi juga menjadi perhatian pedagang. Tangga yang menjadi salah satu akses masuk dinilai terlalu tinggi dan menyulitkan sebagian masyarakat, terutama lansia serta pengunjung yang memiliki keterbatasan fisik.
Thoriq mengatakan sedikitnya tiga orang diketahui pernah mengalami insiden akibat kondisi akses tersebut. Karena itu, pedagang mengusulkan pemasangan eskalator luar ruangan untuk mempermudah mobilitas masyarakat menuju pasar.
“Yang paling krusial itu akses. Selama ini yang digunakan masyarakat maupun pedagang, terutama tangga yang sangat tinggi itu telah banyak memakan korban. Setidaknya tiga korban yang kita ketahui. Kami minta agar dipasangi eskalator,” ujarnya.
Persoalan biaya parkir juga masuk dalam keluhan yang dibawa ke RDP. Thoriq menyebut tarif kendaraan roda empat sekitar Rp20 ribu per hari, sedangkan kendaraan roda dua berada pada kisaran Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per hari. Menurutnya, biaya tersebut dapat menjadi pertimbangan masyarakat ketika hendak berbelanja ke Pasar Pagi.
Pedagang juga mempertanyakan akses masuk pasar dari dua sisi, yakni Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Gajah Mada. Dalam pembahasan RDP, pengaturan akses tersebut disebut berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat sehingga masih membutuhkan tindak lanjut.
Sementara itu, gangguan kelistrikan di lantai lima juga masih menjadi persoalan. Thoriq menjelaskan gangguan yang terjadi berupa aliran listrik yang terkadang menyala kemudian kembali mati pada sejumlah blok.
Berbagai persoalan tersebut menjadi alasan Forum Pedagang Pasar Pagi membawa keluhan secara langsung ke DPRD. Thoriq berharap hasil RDP dapat mendorong organisasi perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti persoalan yang telah disampaikan.
Ia juga meminta rencana penyediaan eskalator luar ruangan yang sebelumnya disebut akan diupayakan Pemerintah Kota Samarinda pada 2027 dapat direalisasikan.
“Perbaikan akses dan penataan fasilitas perlu dilakukan agar Pasar Pagi kembali memberikan ruang perdagangan yang nyaman bagi pedagang sekaligus menarik bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara persoalan tempias air hujan disebut mulai ditangani. Perbaikan telah berjalan setelah sebelumnya disampaikan kepada pemerintah kota sekitar satu hingga dua bulan lalu.
Forum Pedagang Pasar Pagi berharap tindak lanjut terhadap berbagai persoalan tersebut dilakukan secara bertahap dan terukur sehingga perbaikan fasilitas tidak hanya menyelesaikan persoalan fisik, tetapi juga mampu meningkatkan aktivitas perdagangan di dalam pasar.
Penulis : Nurfa | Editor : Redaksi



















Users Today : 838
Total Users : 1461320
Views Today : 2007
Total views : 6837778