Teks foto: Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda
Infobenua.com.Samarinda —Upaya Pemerintah Kota Samarinda meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui program parkir berlangganan mendapat dukungan dari DPRD Samarinda. Bahkan, legislatif menyatakan siap menjadi bagian awal penerapan program tersebut dengan mengikuti skema pembayaran parkir berlangganan.
Wakil Ketua II DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda, mengatakan peningkatan PAD membutuhkan inovasi baru, salah satunya dengan mengoptimalkan sektor parkir yang selama ini belum tergarap maksimal.
Menurutnya, Pemkot Samarinda telah menyampaikan rencana penerapan parkir berlangganan, baik melalui lingkungan aparatur sipil negara (ASN) maupun skema pembayaran tahunan untuk kendaraan masyarakat.
“Pemkot sudah menyampaikan program parkir berlangganan ini untuk meningkatkan PAD. Mekanismenya bisa melalui internal PNS maupun kendaraan yang nantinya dihitung dalam pembayaran tahunan,” ujar Ahmad (15/8/2026).
Ia menegaskan DPRD Samarinda mendukung langkah tersebut selama pelaksanaannya mampu memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Dukungan itu bahkan akan ditunjukkan dengan keterlibatan langsung anggota DPRD sebagai pengguna awal.
“Kami di DPRD siap mengikuti program parkir berlangganan. Kalau perlu kami bayar lebih dulu sebagai bentuk dukungan,” katanya.
Ahmad menyebut langkah tersebut menjadi bukti bahwa upaya meningkatkan PAD bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pihak.
Berdasarkan perhitungan Pemkot Samarinda, penerapan parkir berlangganan berpotensi memberikan tambahan pendapatan hingga sekitar Rp200 miliar per tahun apabila berjalan optimal.
“Kalau program ini berjalan sebagaimana mestinya, tentu PAD akan bertambah. Potensinya bisa mencapai Rp200 miliar per tahun,” jelasnya.
Ia mengakui peningkatan PAD tidak dapat dilakukan secara cepat.
Namun, tren pendapatan daerah yang terus meningkat menjadi modal bagi Samarinda untuk menggali sumber penerimaan baru.
Ahmad menyebut PAD Samarinda sebelumnya berada di kisaran Rp1,1 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar Rp1,2 triliun pada 2026. Sementara untuk 2027, pemerintah dan DPRD menyepakati target PAD sebesar Rp1,3 triliun.
“Target Rp1,3 triliun sudah disepakati untuk 2027. Tidak menutup kemungkinan ke depan bisa mencapai Rp1,5 triliun,” pungkasnya.
Penulis Frida editor Eka mandiri



















Users Today : 1670
Total Users : 1423953
Views Today : 2826
Total views : 6740891