InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Hujan Ekstrem Picu Banjir di Jepang, Sedikitnya Empat Orang Tewas

by Hery Kuswoyo
Jumat, 14 Agustus 2026, 22:00
in Internasional
Beberapa jalan di Prefektur Chiba terendam banjir Foto: Kyodo/REUTERS

Beberapa jalan di Prefektur Chiba terendam banjir Foto: Kyodo/REUTERS

Bagikan

Infobenua.com, Tokyo – Sedikitnya empat orang tewas setelah hujan deras memicu banjir dan tanah longsor di wilayah timur Jepang, terutama Prefektur Chiba, sejak Kamis (13/8) hingga Jumat (14/8/2026).

Bencana tersebut mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan timur Tokyo. Hujan ekstrem menyebabkan pemadaman listrik, menghentikan sejumlah layanan transportasi, serta membuat ribuan penumpang terpaksa bermalam di Bandara Internasional Narita.

Dalam kurun 24 jam, curah hujan di sejumlah wilayah Chiba mencapai lebih dari 360 milimeter. Kondisi tersebut mendorong otoritas mengeluarkan peringatan tanah longsor dan menyebabkan gangguan listrik yang sempat berdampak terhadap puluhan ribu rumah.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan hujan tingkat tertinggi untuk Prefektur Chiba. Seorang pejabat JMA mengatakan curah hujan tersebut berpotensi menjadi salah satu yang terparah sejak pencatatan dilakukan.

Gubernur Chiba Toshihito Kumagai menyebut situasi tersebut “sangat tidak biasa”. Ia mengatakan pengalaman menangani berbagai bencana sebelumnya belum pernah menghadirkannya pada kondisi dengan dampak sebesar kali ini.

Empat Orang Tewas

Kantor Penanggulangan Bencana Prefektur Chiba mengonfirmasi empat korban meninggal dunia.

Salah satu korban merupakan pria berusia sekitar 60–70 tahun yang ditemukan di jalan yang terendam banjir. Korban lainnya adalah perempuan berusia 66 tahun yang ditemukan di dalam kendaraan yang terendam.

Seorang pria lainnya ditemukan tergeletak di jalan, sementara identitas korban keempat belum diketahui.

Selain empat korban tersebut, satu orang diduga meninggal dunia dan seorang lainnya masih dalam pencarian. Pasukan Bela Diri Jepang telah dikerahkan untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi.

Banjir juga merendam sedikitnya 80 rumah. Gangguan listrik sempat berdampak pada sekitar 68.000 rumah, sebelum jumlah pelanggan yang masih mengalami pemadaman turun menjadi sekitar 22.000 rumah pada Jumat pagi.

Otoritas mengeluarkan imbauan evakuasi kepada lebih dari 230.000 warga. Ratusan penduduk kemudian menghabiskan malam di sejumlah gedung pemerintah yang difungsikan sebagai tempat pengungsian.

Ribuan Penumpang Terlantar

Gangguan transportasi terjadi ketika Jepang tengah memasuki salah satu periode liburan tersibuk dalam setahun.

Sekitar 4.000 orang dilaporkan terpaksa bermalam di Stasiun Soga setelah layanan kereta dihentikan. Penumpang lainnya juga terlantar di Stasiun Chiba akibat gangguan perjalanan.

Sementara itu, sekitar 7.000 penumpang menghabiskan malam di Bandara Internasional Narita setelah sebagian besar layanan kereta menuju dan dari bandara dihentikan hingga Jumat siang, menurut laporan AP.

“Saya tidak pernah membayangkan harus menginap di bandara, tetapi ya beginilah keadaannya. Ini akan menjadi perjalanan yang tidak akan kami lupakan,” ujar seorang penumpang kepada stasiun televisi publik NHK.

Petugas bandara membagikan selimut, air minum, dan makanan ringan kepada para penumpang yang bertahan di terminal sepanjang malam.

Sejumlah jalan tol utama di Chiba, termasuk jalur yang menghubungkan Bandara Narita dengan pusat Tokyo, masih ditutup hingga Jumat. Beberapa layanan kereta, namun, mulai kembali beroperasi.

Pengelola Bandara Narita menyatakan seluruh penerbangan tetap dijadwalkan beroperasi secara normal. Japan Airlines juga memperingatkan kemungkinan keterlambatan, meski belum terdapat pembatalan penerbangan.

Risiko Banjir Masih Tinggi

Pada Jumat pagi, JMA menurunkan status peringatan hujan dari level 5 menjadi level 4. Kendati demikian, otoritas tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena ancaman banjir dan tanah longsor masih tinggi.

Banjir besar tersebut terjadi ketika Jepang menghadapi periode cuaca ekstrem yang semakin menjadi perhatian ilmuwan.

Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia meningkatkan frekuensi sekaligus intensitas kejadian cuaca ekstrem, termasuk hujan dengan curah sangat tinggi. (*)

Views Count: 0

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1508235
Users Today : 546
Total Users : 1508235
Views Today : 944
Total views : 6935624
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com