BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan akan melaksanakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 K as cremerdekaan Republik Indonesia secara sederhana. Upacara detik-detik Proklamasi akan dipusatkan di Halaman Balai Kota Balikpapan pada 17 Agustus 2026.
Ketua Panitia HUT ke-81 RI Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman yang juga Kepala dinas perhubungan kota Balikpapan ini mengatakan pelaksanaan tahun ini disesuaikan dengan arahan Wali Kota Balikpapan.
“Melaksanakan kegiatan HUT RI secara sederhana tentunya sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota. Rangkaian kegiatan tetap seperti biasanya, ada renungan suci, detik-detik HUT RI, penurunan bendera, serta resepsi kenegaraan pada malam 17 Agustus,” kata Fadli, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan akan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pemerintah kota juga mengundang seluruh RT di Kota Balikpapan untuk turut hadir dan memeriahkan peringatan HUT RI.
Selain rangkaian HUT RI, panitia juga menyiapkan agenda peluncuran Car Free Day (CFD) yang akan dilaksanakan pada 23 Agustus 2026. Seremonial peluncuran dijadwalkan berlangsung di Taman Tiga Generasi, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Fadli menjelaskan, peluncuran CFD tersebut menjadi awal pelaksanaan kegiatan bebas kendaraan bermotor di sejumlah titik di Kota Balikpapan. Pelaksanaan CFD juga diharapkan mendukung gerakan lingkungan yang lebih asri serta memberikan kontribusi terhadap program reformasi birokrasi dan pembangunan kota.
“Usulan lokasi CFD disampaikan oleh seluruh kecamatan. Setiap kecamatan mengusulkan dua titik, tetapi untuk tahap awal yang akan kita laksanakan ada enam titik,” jelasnya.
Enam lokasi yang disiapkan antara lain kawasan Green City untuk Balikpapan Utara, kawasan sekitar Kebun Sayur untuk Balikpapan Barat, Lapangan Merdeka untuk kawasan kota, Stadion Batakan untuk Balikpapan Timur, serta Taman Tiga Generasi untuk Balikpapan Selatan.
Sementara itu, untuk Balikpapan Tengah dan Balikpapan Kota, pelaksanaan CFD masih dalam tahap evaluasi. Pemerintah bersama Dinas Perhubungan masih melakukan kajian terhadap kondisi lalu lintas dan kelayakan lokasi.
“Untuk Balikpapan Tengah dan kota, sementara akan bergabung karena masih melihat kondisi dan kelayakan lokasi. Kami masih melakukan evaluasi bersama tim dan Dinas Perhubungan,” ujarnya.
Fadli menyebutkan, pelaksanaan CFD direncanakan berlangsung setiap Minggu pagi mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WITA. Selama kegiatan berlangsung, kendaraan bermotor tidak diperkenankan melintas di kawasan yang menjadi lokasi CFD dan akan diterapkan rekayasa lalu lintas.
“Sudah kita lakukan rapat bersama seluruh stakeholder terkait, termasuk pihak lalu lintas. Mudah-mudahan semuanya bisa disetujui. Rekayasa lalu lintas juga sudah dibuat,” katanya.
Selain menjadi ruang aktivitas olahraga dan masyarakat, CFD juga ditargetkan menjadi wadah untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di setiap kecamatan.
“Tujuan CFD ada tiga. Pertama meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM, kedua mengembangkan ekonomi kreatif di setiap kecamatan, dan ketiga berkontribusi memastikan Balikpapan menjadi kota yang smart city dan ramah lingkungan,” ungkap Fadli.
Ia menambahkan, pelaksanaan CFD juga diharapkan dapat mengurangi polusi udara karena pada waktu tertentu kendaraan bermotor akan dibatasi di kawasan kegiatan.
Untuk panjang lintasan, pemerintah akan menyesuaikan dengan ketentuan dan hasil kajian teknis. Fadli menyebut jarak pelaksanaan CFD mengacu pada ketentuan yang ada, dengan jarak minimal sekitar 1,6 kilometer dan optimal hingga 2 kilometer.
“Ini akan menjadi awal. Ke depan akan kita evaluasi. Tidak menutup kemungkinan titik lokasi CFD akan bertambah apabila pelaksanaannya berjalan baik dan kebutuhan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.
Penulis: Irwanto S

















Users Today : 959
Total Users : 1423242
Views Today : 1446
Total views : 6739511