Teks foto: Konferensi Pers Festival Merah Putih Kaltim di Diskominfo.
Infobenua.com.Samarinda —Keterbatasan anggaran tak membuat Festival Merah Putih di Kalimantan Timur kehilangan kemeriahan. Pemerintah memilih menggandeng swasta, organisasi, dan komunitas untuk mengisi rangkaian acara tanpa menambah beban APBD.
Plt Kepala BPOD Setda Provinsi Kaltim Imanuddin mengatakan kolaborasi dilakukan karena anggaran pemerintah terbatas. Sejumlah pihak yang terlibat di antaranya Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), PKK, hingga berbagai komunitas.

“Melalui EO kami juga berkomunikasi dengan Kadin, KORMI, PKK dan lainnya. Kegiatan-kegiatan lain kemudian diisi oleh mereka,” kata Imanuddin, Kamis (13/8/2026).
Salah satu agenda yang disiapkan adalah penampilan musisi nasional Raim Laode pada malam puncak, 23 Agustus 2026. Konser tersebut digelar di halaman parkir Convention Hall Samarinda dan terbuka untuk masyarakat umum.
Imanuddin memastikan penampilan Raim Laode beserta panggung konser tersebut mendapat dukungan Kadin sehingga tidak menggunakan APBD Kaltim.
“Raim Laode. Itu dari Kadin. Termasuk panggungnya tidak menggunakan APBD,” ujarnya.
Selain hiburan, pemerintah juga menyiapkan ruang bagi pelaku UMKM. Sebanyak 50 stan disediakan untuk UMKM selama kegiatan pada 22-23 Agustus.
Stan tersebut diberikan secara gratis sehingga pelaku usaha tidak dibebani biaya sewa.
“Untuk UMKM stan-nya digratiskan. Jadi mereka tidak bayar,” jelas Imanuddin.
Pemerintah menargetkan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga mendorong transaksi ekonomi bagi pelaku UMKM.
Imanuddin berharap setiap UMKM mampu mencatat omzet sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta selama kegiatan. Jika target tersebut tercapai, perputaran uang dari 50 stan setidaknya dapat mencapai sekitar Rp100 juta hingga Rp250 juta.
“Target kami sebenarnya UMKM bisa jalan, ada transaksi. Kita harapkan mereka bisa memperoleh omzet Rp2 juta sampai Rp5 juta atau bahkan lebih. Ini menjadi stimulan yang baik bagi UMKM,” katanya.
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, rangkaian acara juga akan diisi olahraga tradisional yang dikelola KORMI, doorprize, serta kegiatan lainnya. Disperindagkop UKM Kaltim juga direncanakan menghadirkan penjualan sembako atau beras murah.
Imanuddin mengatakan pemilihan lokasi di halaman parkir Convention Hall juga mempertimbangkan kondisi tempat yang dinilai lebih representatif dibanding pelaksanaan sebelumnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu cara pemerintah tetap menghadirkan kegiatan masyarakat di tengah keterbatasan fiskal.
“Keterlibatan berbagai pihak ini karena keterbatasan anggaran. Kita melihat kondisi di lapangan sudah representatif dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Bagi UMKM yang ingin mengikuti kegiatan tersebut, pendataan dan seleksi akan dilakukan melalui Disperindagkop UKM bersama event organizer. Pengaturan stan juga akan disesuaikan agar produk sejenis tidak ditempatkan berdekatan.
Imanuddin menegaskan, Festival Merah Putih tetap diarahkan sebagai ruang hiburan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Harapannya masyarakat yang datang juga membelanjakan uangnya di sana dan ikut menggerakkan UMKM kita,” demikian Imanuddin.
Penulis Frida editor Eka mandiri


















Users Today : 956
Total Users : 1423239
Views Today : 1439
Total views : 6739504