Teks foto: Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi
Infobenua.com.Samarinda —Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Samaqua milik Perumda Tirta Kencana Samarinda langsung mendapat respons dari masyarakat setelah diluncurkan 5 Agustus 2026. Produk baru tersebut kini diproduksi sekitar 330 dos per hari untuk memenuhi permintaan yang terus masuk.
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi mengatakan, sejak peluncuran perdana, permintaan Samaqua cukup tinggi. Bahkan, stok kemasan 220 mililiter yang disiapkan saat acara peluncuran langsung habis.
“Setelah launching kemasan 220 mililiter langsung habis. Mungkin karena kemasannya yang unik, menarik, dan kualitas airnya juga menjadi perhatian masyarakat,” kata Cevi saat diwawancarai Rabu (11 Agustus 2026).
Samaqua merupakan produk AMDK pertama yang diproduksi Perumdam Tirta Kencana Samarinda. Produk ini hadir dalam tiga ukuran, yakni kemasan 220 mililiter, 330 mililiter, dan galon.
Cevi menyebut produk tersebut merupakan gagasan Wali Kota Samarinda agar masyarakat dapat menikmati air minum produksi daerah.
“Pak Wali Kota ingin air minum dalam kemasan hadir di Kota Samarinda untuk pertama kalinya. Pada 5 Agustus kemarin beliau langsung meresmikan peluncuran Samaqua,” ujarnya.
Menurut Cevi, saat ini Samaqua tidak hanya diminati masyarakat, tetapi juga mulai dipesan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak perhotelan.
Produksi Samaqua, kata dia, terus berjalan dengan kapasitas sekitar 330 dos per hari. Perumda juga masih membuka pemesanan bagi masyarakat maupun instansi yang membutuhkan.
“Permintaan cukup banyak, terutama dari dinas-dinas. Harganya juga cukup bersaing dengan kualitas yang kami tawarkan,” katanya.
Cevi menjelaskan, Samaqua memiliki pH sekitar 7,0 dan telah melalui sejumlah proses sebelum dipasarkan. Air yang digunakan terlebih dahulu diolah melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA), kemudian melewati tahap filtrasi, penyinaran ultraviolet, hingga proses sterilisasi sebelum masuk ke kemasan.
“Untuk produksi AMDK ini sudah lulus uji laboratorium. Izin edar dan sertifikasi halal juga sudah lengkap,” jelasnya.
Namun, peluncuran Samaqua juga memunculkan pertanyaan masyarakat terkait pelayanan utama Perumda, terutama ketika masih ada warga yang mengalami gangguan aliran air bersih.
Cevi menegaskan, keberadaan AMDK tidak berkaitan dengan pelayanan air bersih kepada pelanggan.
Menurutnya, produksi air minum kemasan merupakan inovasi tambahan, sementara distribusi air bersih tetap menjadi tugas utama Perumda.
“Pelayanan air bersih tetap kami jalankan setiap hari. Kami tetap memproduksi dan mendistribusikan air ke warga Samarinda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gangguan distribusi air yang terjadi selama ini umumnya disebabkan kendala teknis, seperti pipa pecah atau proses pengurasan jaringan.
“Kalau pengurasan memang dilakukan untuk menjaga kualitas air. Tapi kalau pipa pecah itu tidak bisa diprediksi,” tegasnya.
Menurut Cevi, ketika terjadi kerusakan pipa, air tidak bisa langsung kembali normal setelah perbaikan selesai. Jaringan distribusi membutuhkan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan air stabil.
“Kalau pipa sekunder pecah besar, meskipun perbaikannya selesai satu hari, dampaknya bisa sampai tiga hari karena jaringan harus terisi kembali,” jelasnya.
Ia menyebut Perumda memiliki tim distribusi di empat wilayah yang langsung bergerak ketika terjadi gangguan. Informasi terkait penghentian sementara akibat perbaikan maupun pengurasan juga disampaikan kepada masyarakat.
Sementara itu, distribusi Samaqua saat ini masih dilakukan melalui sistem pemesanan.
“Artinya Perumda Tirta Kencana masih memperluas pemasaran agar produk tersebut dapat lebih mudah dijangkau masyarakat Samarinda,” demikian Cevi.
Penulis Frida editor Eka mandiri


















Users Today : 1907
Total Users : 1418420
Views Today : 3109
Total views : 6730466