Teks foto: Ketua IHGMA Kaltim sekaligus General Manager Hotel Grand Verona, Hendri Kurniawan
Infobenua.com.Samarinda – Industri perhotelan di Kalimantan Timur mengaku masih mampu menjaga operasional di tengah pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pelaku usaha justru menilai penurunan aktivitas pemerintah akibat kebijakan efisiensi anggaran menjadi faktor yang paling memengaruhi kondisi bisnis hotel saat ini.
Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kalimantan Timur yang juga General Manager Hotel Grand Verona, Hendri Kurniawan, mengatakan berkurangnya agenda rapat, pelatihan, dan kegiatan pemerintahan membuat tingkat hunian hotel ikut menurun.
Selama ini, segmen pemerintah menjadi salah satu pasar utama industri perhotelan di daerah.
“Yang paling terasa sebenarnya efisiensi pemerintah. Selama ini market kami banyak dari government. Sekarang kami harus mencari penggantinya,” kata Hendri (10/7/2026).
Untuk mengurangi ketergantungan pada pasar pemerintah, hotel mulai mengalihkan strategi dengan membidik penyelenggaraan kegiatan nonpemerintah, seperti pesta pernikahan, ulang tahun, pertemuan komunitas, hingga berbagai agenda berskala nasional.
Namun, langkah tersebut belum mampu mendongkrak tingkat okupansi secara signifikan.
Hendri menyebut tingkat hunian hotel di Kalimantan Timur saat ini masih berada di kisaran 50 persen, bahkan sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, pemadaman listrik bergilir dinilai belum memberikan dampak berarti terhadap operasional hotel.
Menurutnya, sebagian besar hotel telah memiliki generator set (genset) beserta cadangan bahan bakar sebagai sistem pendukung ketika pasokan listrik dari PLN terhenti.
“Kalau pemadamannya sudah terjadwal, kami bisa mengantisipasi. Tinggal berpindah ke genset. Memang ada jeda beberapa detik, tetapi operasional tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan Hotel Grand Verona menggunakan genset berkapasitas 555 KVA yang dirawat secara berkala agar selalu siap digunakan.
Hotel juga menyiapkan cadangan sekitar 5.000 liter solar untuk memastikan pelayanan kepada tamu tetap berlangsung meski terjadi pemadaman dalam waktu lama.
Meski penggunaan genset menambah biaya operasional, Hendri menilai kondisi tersebut masih lebih mudah dihadapi dibandingkan penurunan permintaan kamar hotel akibat berkurangnya kegiatan pemerintah.
Menurutnya, hingga kini IHGMA belum menerima laporan adanya gangguan serius dari hotel-hotel anggotanya akibat pemadaman bergilir.
Kekhawatiran justru muncul apabila listrik padam tanpa pemberitahuan karena berisiko merusak peralatan elektronik.
Hendri berharap pemerintah dapat kembali memperbanyak penyelenggaraan agenda berskala regional maupun nasional di Kalimantan Timur.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas tersebut tidak hanya menguntungkan sektor perhotelan, tetapi juga menggerakkan pelaku UMKM, petani, peternak, hingga pemasok kebutuhan hotel.
“Hotel tidak berdiri sendiri. Banyak sektor yang bergantung pada aktivitas hotel. Karena itu kami berharap kegiatan pemerintah dan event nasional kembali meningkat, di samping persoalan pasokan listrik juga segera terselesaikan,” demikian Hendri.
penulis Frida editor Eka mandiri



















Users Today : 821
Total Users : 1368430
Views Today : 3753
Total views : 6617407