Foto : Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih
Infobenua.com, Samarinda – Perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini di Samarinda mulai menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda. Dalam sehari, cuaca bisa berubah drastis dari panas terik menjadi hujan deras, kondisi yang dinilai berisiko memicu berbagai penyakit musiman.
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan cuaca tidak menentu seperti sekarang dapat meningkatkan risiko penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, hingga demam berdarah.
Karena itu, masyarakat diminta lebih menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
“Kami mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, serta tidur cukup sekitar 7 sampai 8 jam,” ujarnya.
Selain menjaga pola makan, Ismed juga mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Menurutnya, saat cuaca hujan banyak orang lupa minum air putih, padahal tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup agar tidak mudah lemas dan dehidrasi.
“Cuaca dingin atau hujan bukan berarti kebutuhan cairan berkurang. Tetap harus banyak minum air putih,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat menyiapkan perlengkapan pelindung seperti payung atau jas hujan saat bepergian. Penggunaan masker juga disarankan, terutama ketika kondisi udara berdebu atau saat mengalami batuk dan pilek.
Selain itu, masyarakat diminta tetap rutin berolahraga ringan seperti jalan kaki, senam, atau bersepeda untuk menjaga kebugaran tubuh di tengah cuaca yang berubah-ubah.
“Menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga penting. Rajin cuci tangan dan hindari genangan air untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah,” jelasnya.
Menurut Ismed, penyakit yang paling sering muncul saat musim pancaroba adalah ISPA dan diare atau gastroenteritis akut. Meski demikian, ia memastikan kondisi di Samarinda hingga saat ini masih tergolong aman dan terkendali.
“Kasus penyakit musiman tetap kami pantau melalui surveillance. Yang diwaspadai kalau ada peningkatan signifikan, tapi sejauh ini masih dalam batas aman,” ungkapnya.
Meski belum ada lonjakan kasus, masyarakat tetap diminta waspada. Jika mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas, tubuh lemas, atau batuk berkepanjangan, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Saat ini, layanan kesehatan di Samarinda bisa diakses melalui 26 puskesmas maupun klinik swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi

















Users Today : 613
Total Users : 1292995
Views Today : 2795
Total views : 6356285