InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Jalur Udara Timur Tengah Belum Kondusif, Kemenhaj Kaltim Sarankan Penundaan Umrah

by Eka Mandiri
Kamis, 5 Maret 2026, 20:44
in Berita, Kaltim
Bagikan

 

Foto : ilustrasi (dok.AI/Infobenua)

Infobenua.com, Samarinda — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengimbau calon jemaah untuk sementara menunda keberangkatan ibadah umrah.

Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi keamanan jalur penerbangan menuju kawasan Timur Tengah yang dinilai belum sepenuhnya kondusif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mohlis Hasan, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kemenhaj RI terkait perkembangan situasi tersebut. Berdasarkan arahan dari pemerintah pusat, otoritas daerah diminta lebih berhati-hati dalam memantau rencana keberangkatan jemaah demi menjamin keselamatan perjalanan.

Menurut Mohlis, langkah penundaan sementara ini merupakan bentuk antisipasi terhadap kondisi keamanan jalur udara di beberapa wilayah yang terdampak konflik.

“Kami menyarankan masyarakat menahan diri terlebih dahulu demi keselamatan. Beberapa negara di kawasan Timur Tengah sempat menutup wilayah udaranya, sehingga situasi penerbangan masih perlu dipantau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, maskapai penerbangan menjadi pihak yang memiliki informasi paling akurat terkait kondisi rute penerbangan menuju Tanah Suci. Karena itu, calon jemaah diminta mengikuti arahan resmi dari maskapai seperti Saudia Airlines maupun Garuda Indonesia sebelum mengambil keputusan keberangkatan.

Lebih lanjut, Mohlis menegaskan bahwa dalam kaidah keagamaan, faktor keamanan merupakan syarat penting dalam perjalanan ibadah. Jika kondisi perjalanan tidak aman, maka kewajiban menunaikan ibadah seperti haji maupun umrah dapat ditunda hingga situasi benar-benar memungkinkan.

Di sisi lain, pihaknya juga mengingatkan bahwa permintaan keberangkatan umrah biasanya meningkat menjelang sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, yang sering dimanfaatkan jemaah untuk meraih momentum ibadah pada malam-malam Lailatul Qadar.

Karena itu, Kemenhaj Kaltim meminta agen perjalanan umrah dan calon jemaah untuk terus memantau perkembangan situasi internasional serta kebijakan penerbangan sebelum merencanakan keberangkatan.

“Syarat utama kelayakan beribadah ke Tanah Suci tidak hanya soal kesehatan dan kemampuan finansial, tetapi juga adanya jaminan keselamatan selama perjalanan,” tegas Mohlis.

Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi

Views Count: 3

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1588621
Users Today : 3887
Total Users : 1588621
Views Today : 5679
Total views : 7097071
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com