InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Inflasi Balikpapan dan PPU Meningkat pada Februari 2026, Dipicu Kenaikan Permintaan Bulan Suci

by Eka Mandiri
Rabu, 4 Maret 2026, 20:32
in Berita, Kaltim
Bagikan

Foto : ilustrasi (dok.ist)

Infobenua.com, Balikpapan – Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Februari 2026 tercatat mengalami inflasi dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan dan mobilitas masyarakat menjelang bulan Ramadhan serta Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri, ditambah faktor cuaca berupa tingginya intensitas hujan yang memengaruhi produksi komoditas hortikultura.

Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi Kota Balikpapan tercatat sebesar 0,75 persen, sementara Kabupaten PPU sebesar 0,89 persen. Adapun secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Balikpapan tercatat 4,14 persen dan PPU sebesar 4,13 persen. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi gabungan empat kota di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 4,64 persen (yoy) maupun inflasi nasional sebesar 4,76 persen (yoy).

Meski demikian, realisasi inflasi tahunan tersebut masih berada di atas sasaran inflasi nasional 2026 yang ditetapkan sebesar 2,5 persen ±1 persen. Tingginya inflasi tahunan juga dipengaruhi oleh faktor base effect, yakni dampak kebijakan diskon tarif listrik 50 persen pada Januari–Februari 2025 yang kini telah berakhir.

Di Kota Balikpapan, inflasi terutama disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 0,27 persen (mtm). Lima komoditas utama penyumbang inflasi tertinggi yakni angkutan udara, emas perhiasan, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga (LPG), dan kangkung.

Kenaikan tarif angkutan udara dipicu peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Sementara harga emas perhiasan terdorong tren kenaikan harga emas dunia akibat meningkatnya permintaan global. Cabai rawit mengalami kenaikan harga karena berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi di Jawa dan Sulawesi yang terdampak curah hujan tinggi.

Selain itu, harga LPG meningkat akibat keterbatasan pasokan di tengah lonjakan permintaan rumah tangga. Adapun kenaikan harga kangkung dipicu turunnya produksi lokal akibat tingginya intensitas hujan.

Di sisi lain, deflasi terbesar di Balikpapan berasal dari Kelompok Pakaian dan Alas Kaki dengan andil minus 0,04 persen (mtm). Komoditas penyumbang deflasi antara lain bensin, bawang merah, daging ayam ras, sawi hijau, dan baju muslim anak. Penurunan harga bensin mengikuti kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi per 1 Februari 2026. Sementara penurunan harga komoditas pangan didukung meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi dan musim panen.

Di Kabupaten PPU, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 0,68 persen (mtm). Lima komoditas penyumbang inflasi tertinggi yakni ikan layang, cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, dan buncis.

Kenaikan harga ikan layang dipicu terbatasnya pasokan akibat kondisi cuaca yang kurang kondusif sehingga jumlah nelayan yang melaut berkurang. Cabai rawit dan buncis mengalami kenaikan harga karena turunnya produksi akibat tingginya curah hujan. Sementara harga daging ayam ras meningkat akibat keterbatasan pasokan ayam beku dan ayam segar di tengah peningkatan permintaan menjelang Ramadhan.

Adapun deflasi terbesar di PPU berasal dari kelompok transportasi dengan andil minus 0,05 persen (mtm). Komoditas penyumbang deflasi antara lain bawang merah, ikan tongkol, bensin, cumi-cumi, dan bayam, yang didukung oleh meningkatnya pasokan serta periode panen.

Ke depan, risiko inflasi masih dipengaruhi prakiraan puncak musim hujan pada triwulan I 2026, potensi gelombang laut tinggi, serta risiko banjir di sejumlah wilayah sentra produksi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu distribusi dan pasokan komoditas hortikultura serta perikanan laut.

Selain itu, momentum Ramadhan dan Idul Fitri diperkirakan mendorong peningkatan permintaan masyarakat. Survei Konsumen yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan pada Februari 2026 menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada pada level optimis sebesar 131,8, meningkat dibandingkan Januari 2026 sebesar 122,7.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan pihaknya bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi.

“Langkah yang ditempuh antara lain peningkatan frekuensi operasi pasar dan gelar pangan murah, monitoring harga dan stok distributor, penguatan kerja sama antar daerah, serta edukasi kepada masyarakat untuk berbelanja bijak dan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam komoditas hortikultura,”jelasnya.

Bank Indonesia juga akan terus mendorong implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) guna menjaga inflasi daerah tetap berada dalam rentang sasaran nasional tahun 2026.

Penulis : Nurfa | Editor : Redaksi

Views Count: 3

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1588585
Users Today : 3851
Total Users : 1588585
Views Today : 5585
Total views : 7096977
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com