Teks Foto: Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud
Infobenua.com.Samarinda – Polemik penetapan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim periode 2025–2028 terus bergulir. Fraksi PKB menyatakan keberatan keras terhadap hasil uji kelayakan yang telah dipublikasikan DPRD Kaltim.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mengakui ada persoalan komunikasi dan keterwakilan PKB dalam proses seleksi, terutama karena Ketua Komisi 1 dari PKB sedang sakit berkepanjangan.
“Ketua Komisi 1 itu sakit. Sudah hampir lima bulan. Jadi waktu seleksi KPID ini, dari PKB ini tidak terwakilkan,” ujar Hasanuddin usai rapat paripurna.
Meski proses seleksi tetap berjalan tanpa kehadiran ketua komisi, DPRD memahami protes PKB. Fraksi ini menilai mereka tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan karena penilaian menggunakan sistem skor.
Hasanuddin menegaskan transparansi proses tidak bermasalah, namun absennya perwakilan PKB membuat mereka merasa tidak terakomodir.
Mengenai kemungkinan membatalkan hasil seleksi, Hasanuddin membuka peluang evaluasi.
“Kalau memang bisa dianulir atau dibatalkan sesuai keinginan fraksi PKB, itu bisa. Kita bahas dulu di Komisi 1,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah berikutnya akan dibicarakan dengan seluruh fraksi, dan jalur hukum bisa ditempuh jika tidak ada kesepakatan internal.
Sebelumnya, tujuh nama calon anggota KPID dinyatakan lolos melalui surat resmi nomor 03/UKK-KPID-Kaltim/XI/2025 yang ditandatangani Ketua Tim Pelaksana Uji Kelayakan, Agus Suwandy. Tiga incumbent, yakni Adji Novita Wida Vantina, Dedy Pratama, dan Sabir Ibrahim, kini hanya menjadi cadangan.
(Adv DPRD Kaltim)
Penulis : Frida | Editor: Eka Mandiri



















Users Today : 1105
Total Users : 1327006
Views Today : 2639
Total views : 6448771