Infobenua.com.Kukar – Peningkatan jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Kota Bangun dengan Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, kini memasuki tahap akhir. Jalur tersebut bukan hanya menjadi akses vital antar kecamatan di wilayah hulu, tetapi juga jalur penghubung penting menuju Kabupaten Kutai Barat. Perbaikan jalan ini diharapkan mampu menjawab keluhan panjang masyarakat yang selama bertahun-tahun bergantung pada jalur tersebut untuk mobilisasi sehari-hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Wiyono melalui Kepala Bidang Bina Marga, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa pekerjaan yang berlokasi di Desa Teluk Muda, Kecamatan Kota Bangun, sudah mencapai 95 persen. Hanya sedikit bagian yang masih memerlukan penyempurnaan, khususnya pada sisi jalan yang dibangun dengan pola zig-zag.
“Penyelesaiannya tinggal menutup jalur yang masih menyisakan potongan zig-zag. Secara keseluruhan progresnya sudah hampir selesai,” terang Linda, baru-baru ini.
Ia menekankan, proyek ini sejak awal berada dalam pengawasan ketat untuk memastikan pekerjaan sesuai jadwal sekaligus menjaga mutu. Kontraktor diminta konsisten mengikuti standar teknis sebagaimana tertuang dalam perencanaan awal.
“Setiap pembangunan harus sesuai spesifikasi. Kami tidak ingin asal cepat selesai, tapi hasilnya tidak sesuai standar,” ujarnya.
Menurut Linda, pembangunan jalan poros ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Dengan panjang jalan yang cukup signifikan, pengerjaan dilakukan bertahap setiap tahunnya. Meski demikian, manfaatnya sudah mulai dirasakan masyarakat yang semakin mudah beraktivitas, baik untuk perdagangan, pendidikan, maupun layanan kesehatan.
“Jalan mulus bukan hanya urusan kenyamanan berkendara, tetapi juga dorongan besar untuk pertumbuhan ekonomi warga. Karena itu, prioritas pembangunan selalu mempertimbangkan tingkat urgensi akses masyarakat,” tegasnya.
Selain faktor ekonomi, pembangunan ini juga dipandang sebagai langkah strategis dalam pemerataan pembangunan antarwilayah. Infrastruktur jalan, kata Linda, menjadi salah satu instrumen penting yang selalu diperhatikan pemerintah daerah, meski tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
“Pemerintah hadir untuk memastikan akses masyarakat tidak terhambat. Tapi tentu semua program jalan juga disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” ungkapnya.
Masyarakat sendiri menyambut baik pembangunan jalan ini. Banyak warga menilai pemerintah benar-benar menunjukkan perhatian nyata terhadap kebutuhan dasar mereka. Perbaikan jalan yang dulunya hanya berupa tanah dan berubah licin serta berlumpur saat musim hujan, kini menjadi jalan beraspal yang aman dilalui kendaraan.
“Harapan kami, setelah jalan ini rampung, masyarakat bisa merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas. Selain itu, dengan kondisi jalan yang lebih baik, potensi kecelakaan lalu lintas bisa ditekan,” pungkas Linda.
Pembangunan jalan poros Kota Bangun–Kenohan menjadi bukti bahwa peran pemerintah daerah tidak berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan melalui infrastruktur nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jalur yang sebelumnya kerap terputus ketika musim hujan kini dipastikan bisa menjadi nadi utama mobilitas dan perekonomian wilayah hulu Kukar.
penulis Lisa editor redaksi

















Users Today : 2341
Total Users : 1316130
Views Today : 3834
Total views : 6426346